Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger


Fast Track Solusindo

Fast Track Solusindo
Rent Car

Selasa, 20 Juli 2010

10 Filosofi Hidup Orang Jawa

1. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)
2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)
4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).
9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).
10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

Senin, 12 Juli 2010

MENJADI PEMIMPIN YANG DIIKUTI SEMUA ORANG

Salah satu sifat penting pemimpin hebat untuk masa depan adalah kemampuannya untuk bekerjasama dengan orang, menunjukkan belas kasih dan membuat orang lain merasa senang dengan diri mereka. Sifat-sifat berikut akan mendukung anda menjadi pemimpin yang akan diikuti orang lain.
1. Tanya pada setiap pegawai apa yang paling mereka hargai, dan mulai tetapkan tujuan perusahaan untuk mendukung aspek penting dari pegawai anda.
2. Bantu orang-orang untuk mencapai potensi penuh mereka dengan memergoki apa yang mereka lakukan secara baik.
3. Edarkan newsletter bulanan perusahaan, dengan tujuan utama menghargai dan mengucapkan selamat kepada pegawai. Orang-orang ingin prestasinya dihargai. Dan ini akan menanamkan rasa bangga ke dalam hati pegawai kita.
4. Adakan 1 hari menyenangkan setiap bulan. Ajak pegawai makan siang,nonton matinee, atau buat pesta di luar kantor. Libur 1 hari ini merejuvenasi pegawai dan membangun kesetiaan kepada organisasi.
5. Buat konsensus dengan mengizinkan pegawai memilih perubahan-perubahan di dalam perusahaan. Pekerjaan kita akan jauh lebih mudah jika kita punya pendukung di garis depan.
6. Atasi konflik secara langsung dan jujur. Akui peran kita dalam konflik dan langsung selesaikan secepat mungkin. Jika kita salah,katakan. Ikuti dengan penjelasan dan permintaan maaf.
7. Eliminasi gosip perusahaan dari hidup kita. Buat semua pegawai menyimpan rahasia. Jika perlu dukungan untuk gosip perusahaan,sewa coach yang punya reputasi bisa dipercaya.
8. Percaya pada pegawai untuk membuat keputusan-keputusan cerdik tanpa ikut campur tangan. self esteem dibangun dengan memberi peluang kepada orang lain untuk mencoba hal-hal baru dan sukses dengan menambahkan sentuhan pribadinya pada sebuah proyek atau tugas.
9. Berikan pekerjaan yang bermakna, yang membuat pegawai kita punya peluang untuk ekspansi dan tumbuh,dan diatas segalanya berikan pelatihan yang diperlukan untuk implementasi perubahan.
10. Gembirakan perusahaan dengan mengumumkan sukses harian dari hari sebelumnya. Lonjakan energi di pagi hari akan meningkatkan produktivitas di hari itu.

Minggu, 11 Juli 2010

KIAT AGAR TIDAK MEMUKUL ANAK

Riset menunjukkan, banyak orangtua sebenarnya tak ingin memukul anaknya, tapi tak tahu cara lain yang bisa digunakan untuk memberikan suatu hukuman (punishment) kepada anak. Riset terkini yang dilakukan Family Research Laboratory menunjukkan, memukul anak mengajari anak menggunakan tindakan agresi dan kekerasan untuk menyelesaikan masalah mereka. Memukul anak hanya mengajarkan lebih banyak kekerasan yang merisaukan masyarakat. Riset ini menunjukkan, bahwa anak-anak yang dipukul lebih rentan terkena Stress (Depresi). Jadi, demi masa depan anak-anak kita, lakukan hal-hal berikut ketimbang memukul ;
1. Tenangkan Diri
Jika merasa marah, emosi tak terkendali dan kita ingin memukul anak kita, tinggalkan situasi ini jika memungkinkan. Tenangkan diri dan hening. Ditengah keheningan ini, kita sering akan menemukan alternatif solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.
2. Cari Waktu Untuk Diri Sendiri
Orangtua lebih rentan memukul jika tak punya waktu untuk diri sendiri, merasa terburu-buru dan kehabisan energi. Jadi, penting bagi orangtua untuk menggunakan sedikit waktu untuk diri sendiri, misal : olahraga, membaca atau jalan-jalan santai dll
3. Gunakan Tindakan Baik Tapi Tegas
Situasi frustasi yang membuat orangtua cenderung memukul adalah ketika anak tak mau mendengarkan walaupun kita sudah berkali-kali memintanya. Akhirnya, kita tak sabar dan memukul anak kita dengan tujuan agar anak kita berperilaku yang tepat. Solusi lain untuk situasi seperti ini adalah, sejajarkan sikap tubuh kita dengan anak kita (dengan menekuk aki misalnya atau berjongkok), buat kontak mata, sentuh anak secara lembut dan katakan kepadanya dengan ungkapan baik tapi tegas apa yang kita inginkan dari anak kita lakukan. Sebagai contoh : “Ayah/bunda minta kamu bermain secara tenang ya...Ayah/Bunda sedang bekerja!”
4. Beri Pilihan
Memberi anak pilihan termasuk alternatif yang baik ketimbang memukul. Jika anak kita memainkan makanan di meja makan, tanyakan “Kamu lebih suka berhenti bermain dengan makanan atau lebih suka tinggalkan meja makan?” Jika anak masih terus bermain dengan makanan, gunakan tindakan tegas tapi baik dengan membantu anak turun dari kursi dan meninggalkan meja. Katakan kepadanya, dia bisa kembali ke meja jika sudah siap makan tanpa memainkan makanan.
5. Gunakan Logika Konsekuensi
Konsekuensi secara logika terkait dengan perilaku yang membantu mengajari anak tanggung jawab. Sebagai contoh, anak kita memecahkan kaca jendela tetangga dan kita menghukumnya dengan memukulnya. Apa yang anak kita pelajari dari situasi ini? Dia mungkin belajar tak akan melakukan hal ini lagi, tapi dia juga belajar, bahwa dia harus menyembunyikan kesalahan-kesalahannya, menyalahkan orang lain, berbohong atau hanya berusaha agar tidak ketahuan. Dia mungkin juga memutuskan, bahwa dia buruk atau merasa marah dan balas dendam pada orangtua yang memukulnya. Jika kita memukul untuk menghukumnya, tapi apakah kita ingin anak kita baik karena takut atau karena respek kepada kita?
Bandingkan jika anak melakukan kesalahan seperti memecahkan kaca jendela tetangga dan kita sebagai orangtua berkata, “Saya lihat kamu memecahkan kaca jendela bu joko ya...?”Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki atau menggantinya?” dengan suara yang tegas tapi baik. Maka anak kita berfikir mungkin dengan cara memotong rumput halaman bu joko beberapa hari atau beberapa minggu, bisa juga anak berfikir mencuci mobil bu joko dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Kesalahan adalah bagian yang tak terhindarkan dari hidup dan tidak terlalu penting, bahwa dia melakukan kesalahan, tapi dia bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahannya. Fokus bukan pada kesalahannya, akan tetapi bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahannya.
6. Melakukan Perbaikan
Jika anak melanggar kesepakatan, orangtua cenderung ingin menghukumnya. Alternatif lainnya adalah, meminta anak memperbaiki diri. Memperbaiki diri adalah mengerjakan sesuatu dengan orang yang janjinya dilanggar anak. Sebagai contoh, beberapa anak menginap di rumah anton. Ayahnya meminta, mereka tak boleh meninggalkan rumah ditengah malam. Anak-anak itu melanggar perjanjian. Si ayah marah dan menghukum mereka dengan mengatakan, mereka tak boleh nginap lagi selama 2 bulan. Anton dan teman-temannya marah dan tidak kooperatif sebagai akibat dari hukuman ini. Si ayah menyadari apa yang dilakukannya. Ia minta maaf karena menghukum mereka dan bilang kepada mereka,ia merasa dikhianati dan mendiskusikan pentingnya memegang janji. Ia lalu meminta anak-anak itu melakukan perbaikan. Mereka memutuskan potong kayu yang harus dipotong ayahnya di halaman belakang. Anak-anak jadi senang dan antusias tentang proyek itu dan sesudah itu,berpegang pada janji untuk nginap lagi.
7. Tarik Diri Dari Konflik
Anak membantah orangtua dapat memicu orangtua memukul anak. Dalam situasi ini, akan paling baik jika kita segera menarik diri dari situasi ini. Jangan keluar dari kamar dalam keadaan marah.
8. Beritahu Anak Terlebih Dulu
Anak mengamuk dan menangis keras (temper tantrum) dapat dengan mudah membuat orangtua marah. Anak sering mengamuk jika mereka merasa tidak diberitahu atau tidak berdaya dalam sebuah situasi.
Agresi adalah bentuk kekerasan yang terus menerus ada dalam masyarakat. Bentuk yang lebih dari ini adalah memukul karena merusak self-esteem anak, melemahkan antusiasme dan menyebabkan anak memberontak dan tidak kooperatif. Pikirkan sesaat visi keluarga yang tahu cara memenangkan anak-anak kita secara kreatif tanpa menggunakan kekuatan atau kekerasan.

Source : Parenting Children’s Behavior Oleh Kathryn Kvols

Jumat, 09 Juli 2010

Matahari Cinta

"Matahari Menyinari Orang-orang" yang adil dan tidak adil. Jadi Pancarkan Cinta dengan Sepenuh Hati Tanpa Pamrih, dari lubuk Hati yang Terdalam. Jangan samakan cinta ini dengan apa yang orang-orang sebut sebagai "Ketergantungan Bersama" (Codependency). Cinta adalah "Sifat Matahari" yang alami dan menggebu-gebu, menyinarkan cahaya tanpa pamrih. Adakalanya kita memberikan cinta lantaran kita tak sanggup menahannya, lantaran cahaya kita memancar dari sabubari kita yang terdalam. Cinta semacam ini menyebabkan wanita yang sedang hamil berbinar-binar, menyerikan kehangatan kehidupan baru.
Sebagaimana jalan-jalan kalbu lainnya, "Matahari Cinta",menurut kaum sufi,merupakan bagian dari keberadaan bathiniah manusia. Matahari Cinta ini Menanti untuk diungkapkan. Dalam bahasa arab, "al-rahman" berasal dari kata yang berarti Rahim. Cinta dan Energi Kreatif berseri secara alami dari lubuk terdalam dalam diri kita. Kita tak perlu berusaha. Setiap Kali kita merasakannya, seolah-olah lahir pemahaman baru tentang diri kita.
Untuk lebih merasakan, dan untuk mewujudkan cinta ini jadi perkataan dan perilaku kita sehari-hari, kita harus menyingkirkan sebagian pemahaman kita tentang diri kita.

Seorang Penyair (Mahmud Syabistari),Mengatakan :

Pancang-pancang ini teramat tinggi bagi doa
Dirimu mesti kau pertaruhkan dan rela kalah
Usai kau lakukan, dan dirimu lenyap
Kuyakini dirimu jadi apa?
Lalu tiada doa lagi, hanya mata yang berseri-seri
Yang mengetahui dan yang diketahui adalah satu
Yaitu "Tuhan"

Barangkali sekarang ini kehidupan sedang menyeru anda untuk mencari sumber kasih dan sayang lebih jauh dalam dirimu, atau untuk mengingatnya ketika kita memulai pekerjaan,hubungan atau fase kehidupan baru. Atau, boleh jadi pesan itu langsung mengarahkan kasih ini ke diri batin kita. Meski kita merasa kerdil dan tak mampu menebarkan cinta keluar, akui dan cintailah bagian kerdil dari dirimu ini secara ikhlas. Layaknya berada dalam rahim ibu sampai tiba saatnya yang tepat untuk lahir, kita dapat memandang kekerdilan kita sebagai diri baru yang menunggu untuk dilahirkan.

Jumat, 25 Juni 2010

Gangguan Pusat Perhatian dan Hiperaktivitas


Gangguan Pusat Perhatian dan Hiperaktivitas adalah nama yang paling lancar dalam cluster gejala yang umumnya melibatkan perilaku dan masalah konsentrasi, seperti hiperaktif, impulsivitas, distractibility, dan kesulitan belajar. Beberapa nama yang telah digunakan di masa lalu meliputi: Minimal Brain Damage (MBD), Minimal Brain Dysfunction (MBD), Hyperkinesis, Hyperkinesis-Learning Disability (H-LD), Hiperaktif, Attention Deficit Disorder (ADD).

ADHD mempengaruhi sekitar 3-5% dari populasi dunia di bawah usia 19 tahun [1]. Itu biasanya hadiah itu sendiri selama masa kanak-kanak, dan ditandai dengan pola terus-menerus dari kekurangan perhatian dan / atau hiperaktif, serta lupa, kontrol impuls yang buruk atau impulsivitas, dan distractibility. [2] [3] ADHD ini paling sering didiagnosis pada anak-anak dan, selama dekade terakhir ini, telah semakin didiagnosis pada orang dewasa. Sekitar 60% anak yang didiagnosis ADHD terus menunjukkan gejala seperti orang dewasa. [4]

Gejala yang paling umum adalah distractibility ADHD, kesulitan dengan konsentrasi dan fokus, kesulitan memori jangka pendek, penangguhan, masalah pengorganisasian ide dan harta benda, keterlambatan, impulsivitas, dan masalah dengan perencanaan dan pelaksanaan. Tidak semua orang dengan ADHD memiliki semua gejala, dan kebanyakan orang menunjukkan beberapa gejala, tetapi tidak ke titik di mana mereka serius mengganggu pekerjaan orang, sekolah, atau hubungan.

Konsensus ilmiah di lapangan adalah bahwa ADHD merusak fungsi dan bahwa banyak hasil yang merugikan kehidupan berhubungan dengan ADHD. Selama tahun-tahun dasar mahasiswa ADHD akan memiliki lebih banyak kesulitan dengan penyelesaian pekerjaan, produktivitas, perencanaan, mengingat hal-hal yang diperlukan untuk sekolah, dan tenggat waktu pertemuan. Oposisi dan agresif perilaku sosial terlihat dalam 40% -70% dari anak-anak ADHD pada usia ini. Bahkan anak-anak ADHD dengan rata-rata di atas rata-rata intelijen menunjukkan "kronis dan berat di bawah prestasi". Sepenuhnya 46% dari mereka yang ADHD telah ditangguhkan dan 11% diusir [40] Tiga puluh tujuh persen dari mereka yang ADHD tidak mendapatkan ijazah sekolah tinggi meskipun banyak dari mereka akan menerima layanan pendidikan khusus.. [5] Hanya 5% dari mereka yang ADHD akan mendapatkan gelar sarjana dibandingkan dengan 27% dari populasi umum. (Sensus AS, 2003)

Jika ini adalah yang terbaik yang dapat diharapkan dengan semua bantuan medis, farmakologi, dan pendidikan mahal tersedia, itu adalah prognosis depresi. Ini, sendirian, adalah alasan yang baik untuk mencoba Diet Feingold dan pendekatan gizi lain sebelum - atau di samping - pengobatan farmakologis.
Banyak gejala ADHD terjadi dari waktu ke waktu dalam semua orang. Pada mereka yang ADHD, frekuensi atau keparahan gejala ini mengganggu berfungsi baik di rumah maupun di sekolah atau bekerja. Meskipun beberapa "tes komputerisasi perhatian" dan tes pena dan kertas untuk ADHD yang tersedia, ada tes fisik ada untuk mendiagnosa ADHD. Oleh karena itu, diagnosis umumnya berdasarkan laporan subjektif orang tua, guru, dan / atau pasien. Di Amerika Serikat, kriteria untuk diagnosis yang ditetapkan oleh American Psychiatric Association pada mereka Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders (DSM-IV), edisi 4.

Menurut DSM-IV, Attention Defisit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau salah satu subtipe yang dapat didiagnosis jika anak menunjukkan karakteristik tertentu untuk jangka waktu enam bulan atau lebih, dengan setidaknya beberapa gejala awal sebelum usia tujuh. Gejala harus terjadi di lebih dari satu pengaturan - seperti di sekolah atau kantor dan rumah. Gejala-gejala ini bersifat subjektif, umumnya dijelaskan oleh orangtua, dan membutuhkan:

Enam atau lebih gejala kurangnya perhatian, sebagai paraphrased di bawah ini:
       1. Gagal untuk membayar perhatian, membuat kesalahan
       2. Kesulitan untuk tetap pada tugas-tugas
       3. Tampaknya tidak mendengarkan
       4. Gagal untuk menyelesaikan hal-hal
       5. Trouble mengatur hal-hal
       6. Tidak seperti pekerjaan rumah atau sekolah
       7. Kehilangan hal-hal
       8. Mudah terganggu
       9. Pelupa

    ~ OR ~

 Enam atau lebih gejala hiperaktivitas-impulsivitas, sebagai paraphrased di bawah ini:

       1. Gelisah
       2. Daun duduk di kelas
       3. Berjalan sekitar, yang gelisah
       4. Kesulitan bermain dengan tenang
       5. Bertindak seperti "didorong oleh motor"
       6. terlalu banyak Talks
       7. Blurts keluar jawaban
       8. Tidak dapat menunggu gilirannya
       9. Interupsi lain

Untuk orang-orang yang tidak cocok ke dalam kategori-attentional ADHD, ADHD-hiperaktif, atau ADHD-dikombinasikan, ada satu diagnosis disebut "ADHD, tidak dinyatakan khusus." Diagnosa seperti ODD (oposisi pemberontak Disorder), Gangguan Perilaku dan peledak Disorder adalah deskriptif gejala masalah utama mereka; perawatan medis yang ditawarkan sering sama untuk ADHD.

Banyak gejala yang tercantum di atas tumpang tindih. Misalnya, bagaimana Anda memisahkan gejala "kehilangan sesuatu," "pelupa," dan "mengorganisir mengalami kesulitan?" Apakah mereka benar-benar tiga gejala yang terpisah?
Sangat disayangkan bahwa DSM-IV tidak muncul untuk stres mengesampingkan gejala fisik
Sebagian besar keluarga yang menggunakan Program Feingold melakukannya untuk membantu seorang anak yang telah didiagnosis dengan ADHD. Para peneliti telah menemukan bahwa anak-anak dengan ADHD sering memiliki kesehatan tambahan dan perilaku masalah seperti gejala-gejala yang tercantum di halaman rumah kami.

Apa yang paling baru-baru ini bernama ADHD adalah kumpulan gejala yang dimulai di masa kanak-kanak dan mempengaruhi fungsi seseorang dalam setidaknya dua lingkungan (biasanya, rumah dan sekolah).
Ketika Dr Feingold pertama mulai menggunakan diet (kemudian disebut diet KP) untuk merawat anak-anak dengan ADHD (kemudian disebut hyperkinesis), ia mengatakan bahwa 30% sampai 50% dari mereka menjadi lebih baik. Kemudian, setelah ia juga menghapus pengawet BHA dan BHT petrokimia (TBHQ itu belum ada), ia menemukan bahwa lebih dari 70% dari anak-anak menjadi lebih baik. Kami masih melihat yang sama - atau lebih baik - hasil hari ini. Sekitar 50% dari anak-anak (atau orang dewasa) tidak memerlukan intervensi lain. Yang lain masih memerlukan bantuan lebih lanjut, yang mungkin penyesuaian pendidikan, bimbingan, suplemen, pembatasan lebih lanjut karena alergi diidentifikasi, modifikasi perilaku atau konseling, atau beberapa jenis obat termasuk perangsang.

Sementara beberapa orang menggunakan kedua diet dan obat stimulan, di hampir semua kasus, mereka dapat menggunakan obat kurang dari yang diharapkan.

Kita tidak pernah melihat apapun yang dilakukan pada penelitian fenomena ini, walaupun sebuah studi tua itu gunanya (Williams 1978) Lihat diskusi singkat dari studi Williams di sini.

Menggunakan tes komputerisasi perhatian disebut TOVA, salah satu dari kami (Shula Edelkind) melakukan sebuah studi independen sarjana di bangku kuliah pada 1998 yang menemukan petunjuk:

The TOVA laporan 4 parameter, dua yang disebut "kognitif" dan dua lainnya disebut "perilaku." Semua empat harus berada dalam kisaran normal untuk anak atau orang dewasa untuk bersikap dan belajar secara normal. Ketika digunakan untuk memantau dampak Ritalin pada anak, "kognitif" parameter pertama naik ke normal, menurut perusahaan TOVA. Dalam pengobatan meningkat, dua lainnya naik.

Namun, selama studi independen tidak diterbitkan, ia memperhatikan bahwa ketika memakai Feingold diet, dengan "perilaku" parameter tiap anak naik menjadi normal pertama, diikuti oleh "kognitif" yang. Jika menggunakan kedua diet dan Ritalin, secara teoritis, diet akan meningkatkan "perilaku" parameter sementara obat-obatan akan meningkatkan "kognitif" yang pada saat yang sama. Oleh karena itu, masuk akal bahwa pengobatan kurang sempurna akan diperlukan untuk efek terbaik.

Beberapa anggota kami menemukan bahwa selama musim serbuk sari tinggi, alergi anak-anak mereka membutuhkan lebih dari makanan saja - beberapa manfaat dari dosis yang sangat kecil pengobatan selama waktu itu. Sayangnya, ada penelitian telah dilakukan pada hubungan alergi terhadap kebutuhan pengobatan, atau mengapa obat yang diperlukan hanya pada saat-saat, tetapi jika ini tampaknya menjadi masalah dalam keluarga Anda, bekerja sama dengan dokter Anda untuk mencapai yang terbaik hasil untuk diri sendiri atau anak Anda.

Orang sering khawatir bahwa anak-anak akan menyukai makanan, tapi karena mereka masih akan dapat menikmati sebagian besar makanan favorit mereka (termasuk makanan ringan dan permen), ini jarang merupakan masalah. Bahan Feingold menunjukkan bagaimana untuk menemukan makanan ini favorit dalam versi yang bebas dari aditif, dan bagaimana untuk menyajikan program dengan cara yang positif. Setelah anak pengalaman manfaat dari makanan makan tanpa aditif berbahaya, mereka sering menjadi pendukung bahkan lebih kuat untuk "" makanan mereka dari orangtua mereka. 
 

ADHD telah dikaitkan dengan berbagai faktor eksternal, termasuk warna buatan, rasa, pengawet dan salisilat ditangani oleh Dr. Feingold Diet.

 Berikut Diet Feingold :


  1. Alergi terhadap hewan peliharaan, serbuk sari, atau cetakan 
  2. Buatan pewarna dan flavorings Buatan (petroleum-based) pengawet BHA, BHT, dan TBHQ 
  3. Benzoat aditif, natrium benzoat alami 
  4. Kalsium propionat (pengawet yang digunakan dalam roti 
  5. Jagung sirup, sirup fruktosa jagung tinggi 
  6. Defisiensi asam lemak esensial 
  7. Keluarga - lingkungan yang kasar atau trauma 
  8. Asap dari minyak panas, pemanas minyak tanah, gas alam 
  9. Perekat intoleransi, atau tidak diakui Celiac Disease 
  10. Kepala cedera, terutama untuk lobus frontal 
  11. Hipoglikemia atau hipoglikemia reaktif 
  12. Iodine defisiensi atau masalah tiroid 
  13. Besi atau defisiensi magnesium 
  14. Berat badan lahir rendah, prematuritas 
  15. Efek samping obat (resep atau over-the-counter) 
  16. Monosodium glutamat (MSG, HVP, juga ditemukan tersembunyi di "rasa" dll) 
  17. Nitrat
  18. Oksigen perampasan selama kelahiran 
  19. Parfum dan wewangian 
  20. Pestisida eksposur 
  21. Minyak dan produk-produk yang diturunkan dari minyak bumi seperti tar dan aspal 
  22. Pencemaran udara
  23. Eksposur setelah melahirkan untuk merkuri, timah, atau logam berat lainnya 
  24. Eksposur Prenatal untuk alkohol, tembakau asap, logam berat, obat tertentu dan obat-obatan 
  25. Salisilat
  26. Tidur defisiensi atau kekurangan
  27. Asap dari perapian, kompor kayu 
  28. Soy formula pada masa bayi (jika anak mengalami kesulitan buang air mangan yang berlebihan dalam kedelai formula)
  29. Hindari Tingkat Stres kepada Anak 
  30. Sulfation kesulitan karena rendah atau ditekan sulfotransferase enzim fenol (salisilat menekan enzim ini juga) 
  31. Vitamin B6 kekurangan atau ketidakmampuan untuk menggunakannya secara efisien 
  32. Defisiensi seng atau ketidakmampuan untuk mempertahankan seng - seng mungkinhilang pada saat paparan berlebihan pewarna makanan (Ward 1990, 1997) tingka Ragi * artifisial yang diajukan oleh penggunaan antibiotik oral sebelum usia 2 tahun (ragi mengeluarkan zat kimia mirip dengan yang dieliminasi oleh Feingold diet)


Berikut contoh gambar-gambar dari anak hiperaktif :





Total Pengunjung