Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger


Fast Track Solusindo

Fast Track Solusindo
Rent Car

Rabu, 11 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan 1431 H

Ya Allah……
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindalah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan,,,,,,,,
Mohon maaf lahir dan bathin…..

Hidup ini hanya sebentar..

Hidup ini hanya sebentar..

bentar marah,bentar ketawa

bentar berduit,bentar boke

bentar senang,bentar susah

ooo ye…bentar lagi bulan puasa

met ramadhan.. mohon maaf lahir bathin..

marhaban ya ramadhan.,

jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung.,

jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman.,

marhaban ya ramadhan.,

selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin…

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.



Selasa, 27 Juli 2010

10 Kelemahan / Kesalahan Manusia

Dalam hidup ini kita seringkali membuat berbagai kesalahan. Apa saja
kesalahan-kesalahan yang sering dibuat tapi berakibat fatal.

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan
orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau
ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet?
Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu
mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir
menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja
deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan.
Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau "mbak tuh yang
salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita
manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya
sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda
dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang
tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia
punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa
deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak,
saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah
besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper
guilty feeling".
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani
bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini
pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya
kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan
kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena
mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas.
Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat
target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya
kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa
saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci
lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada
kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari
lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping
(sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar,
kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
"Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu
paling kencang".
"Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk
fun aja sih".
Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma
terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus
kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya
kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh
tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi
karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap
polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau
lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas
tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena
tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang,
kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain
bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan,
melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang
leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu
tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu
jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu
melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai
kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan
kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya
Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya,
runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa
take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak
dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada
komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja
nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali
dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat
yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di
tempat yang salah repot sekali.


9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita
selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita,
minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi
kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik
lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa
lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang
negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke
depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu
maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada
kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh,
pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori
negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita
kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak
kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon
pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan
kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang
lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang
kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh.
Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar
untuk siapa saja yang ingin maju.

Selasa, 20 Juli 2010

10 Filosofi Hidup Orang Jawa

1. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)
2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)
4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).
9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).
10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

Senin, 12 Juli 2010

MENJADI PEMIMPIN YANG DIIKUTI SEMUA ORANG

Salah satu sifat penting pemimpin hebat untuk masa depan adalah kemampuannya untuk bekerjasama dengan orang, menunjukkan belas kasih dan membuat orang lain merasa senang dengan diri mereka. Sifat-sifat berikut akan mendukung anda menjadi pemimpin yang akan diikuti orang lain.
1. Tanya pada setiap pegawai apa yang paling mereka hargai, dan mulai tetapkan tujuan perusahaan untuk mendukung aspek penting dari pegawai anda.
2. Bantu orang-orang untuk mencapai potensi penuh mereka dengan memergoki apa yang mereka lakukan secara baik.
3. Edarkan newsletter bulanan perusahaan, dengan tujuan utama menghargai dan mengucapkan selamat kepada pegawai. Orang-orang ingin prestasinya dihargai. Dan ini akan menanamkan rasa bangga ke dalam hati pegawai kita.
4. Adakan 1 hari menyenangkan setiap bulan. Ajak pegawai makan siang,nonton matinee, atau buat pesta di luar kantor. Libur 1 hari ini merejuvenasi pegawai dan membangun kesetiaan kepada organisasi.
5. Buat konsensus dengan mengizinkan pegawai memilih perubahan-perubahan di dalam perusahaan. Pekerjaan kita akan jauh lebih mudah jika kita punya pendukung di garis depan.
6. Atasi konflik secara langsung dan jujur. Akui peran kita dalam konflik dan langsung selesaikan secepat mungkin. Jika kita salah,katakan. Ikuti dengan penjelasan dan permintaan maaf.
7. Eliminasi gosip perusahaan dari hidup kita. Buat semua pegawai menyimpan rahasia. Jika perlu dukungan untuk gosip perusahaan,sewa coach yang punya reputasi bisa dipercaya.
8. Percaya pada pegawai untuk membuat keputusan-keputusan cerdik tanpa ikut campur tangan. self esteem dibangun dengan memberi peluang kepada orang lain untuk mencoba hal-hal baru dan sukses dengan menambahkan sentuhan pribadinya pada sebuah proyek atau tugas.
9. Berikan pekerjaan yang bermakna, yang membuat pegawai kita punya peluang untuk ekspansi dan tumbuh,dan diatas segalanya berikan pelatihan yang diperlukan untuk implementasi perubahan.
10. Gembirakan perusahaan dengan mengumumkan sukses harian dari hari sebelumnya. Lonjakan energi di pagi hari akan meningkatkan produktivitas di hari itu.

Minggu, 11 Juli 2010

KIAT AGAR TIDAK MEMUKUL ANAK

Riset menunjukkan, banyak orangtua sebenarnya tak ingin memukul anaknya, tapi tak tahu cara lain yang bisa digunakan untuk memberikan suatu hukuman (punishment) kepada anak. Riset terkini yang dilakukan Family Research Laboratory menunjukkan, memukul anak mengajari anak menggunakan tindakan agresi dan kekerasan untuk menyelesaikan masalah mereka. Memukul anak hanya mengajarkan lebih banyak kekerasan yang merisaukan masyarakat. Riset ini menunjukkan, bahwa anak-anak yang dipukul lebih rentan terkena Stress (Depresi). Jadi, demi masa depan anak-anak kita, lakukan hal-hal berikut ketimbang memukul ;
1. Tenangkan Diri
Jika merasa marah, emosi tak terkendali dan kita ingin memukul anak kita, tinggalkan situasi ini jika memungkinkan. Tenangkan diri dan hening. Ditengah keheningan ini, kita sering akan menemukan alternatif solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.
2. Cari Waktu Untuk Diri Sendiri
Orangtua lebih rentan memukul jika tak punya waktu untuk diri sendiri, merasa terburu-buru dan kehabisan energi. Jadi, penting bagi orangtua untuk menggunakan sedikit waktu untuk diri sendiri, misal : olahraga, membaca atau jalan-jalan santai dll
3. Gunakan Tindakan Baik Tapi Tegas
Situasi frustasi yang membuat orangtua cenderung memukul adalah ketika anak tak mau mendengarkan walaupun kita sudah berkali-kali memintanya. Akhirnya, kita tak sabar dan memukul anak kita dengan tujuan agar anak kita berperilaku yang tepat. Solusi lain untuk situasi seperti ini adalah, sejajarkan sikap tubuh kita dengan anak kita (dengan menekuk aki misalnya atau berjongkok), buat kontak mata, sentuh anak secara lembut dan katakan kepadanya dengan ungkapan baik tapi tegas apa yang kita inginkan dari anak kita lakukan. Sebagai contoh : “Ayah/bunda minta kamu bermain secara tenang ya...Ayah/Bunda sedang bekerja!”
4. Beri Pilihan
Memberi anak pilihan termasuk alternatif yang baik ketimbang memukul. Jika anak kita memainkan makanan di meja makan, tanyakan “Kamu lebih suka berhenti bermain dengan makanan atau lebih suka tinggalkan meja makan?” Jika anak masih terus bermain dengan makanan, gunakan tindakan tegas tapi baik dengan membantu anak turun dari kursi dan meninggalkan meja. Katakan kepadanya, dia bisa kembali ke meja jika sudah siap makan tanpa memainkan makanan.
5. Gunakan Logika Konsekuensi
Konsekuensi secara logika terkait dengan perilaku yang membantu mengajari anak tanggung jawab. Sebagai contoh, anak kita memecahkan kaca jendela tetangga dan kita menghukumnya dengan memukulnya. Apa yang anak kita pelajari dari situasi ini? Dia mungkin belajar tak akan melakukan hal ini lagi, tapi dia juga belajar, bahwa dia harus menyembunyikan kesalahan-kesalahannya, menyalahkan orang lain, berbohong atau hanya berusaha agar tidak ketahuan. Dia mungkin juga memutuskan, bahwa dia buruk atau merasa marah dan balas dendam pada orangtua yang memukulnya. Jika kita memukul untuk menghukumnya, tapi apakah kita ingin anak kita baik karena takut atau karena respek kepada kita?
Bandingkan jika anak melakukan kesalahan seperti memecahkan kaca jendela tetangga dan kita sebagai orangtua berkata, “Saya lihat kamu memecahkan kaca jendela bu joko ya...?”Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki atau menggantinya?” dengan suara yang tegas tapi baik. Maka anak kita berfikir mungkin dengan cara memotong rumput halaman bu joko beberapa hari atau beberapa minggu, bisa juga anak berfikir mencuci mobil bu joko dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Kesalahan adalah bagian yang tak terhindarkan dari hidup dan tidak terlalu penting, bahwa dia melakukan kesalahan, tapi dia bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahannya. Fokus bukan pada kesalahannya, akan tetapi bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahannya.
6. Melakukan Perbaikan
Jika anak melanggar kesepakatan, orangtua cenderung ingin menghukumnya. Alternatif lainnya adalah, meminta anak memperbaiki diri. Memperbaiki diri adalah mengerjakan sesuatu dengan orang yang janjinya dilanggar anak. Sebagai contoh, beberapa anak menginap di rumah anton. Ayahnya meminta, mereka tak boleh meninggalkan rumah ditengah malam. Anak-anak itu melanggar perjanjian. Si ayah marah dan menghukum mereka dengan mengatakan, mereka tak boleh nginap lagi selama 2 bulan. Anton dan teman-temannya marah dan tidak kooperatif sebagai akibat dari hukuman ini. Si ayah menyadari apa yang dilakukannya. Ia minta maaf karena menghukum mereka dan bilang kepada mereka,ia merasa dikhianati dan mendiskusikan pentingnya memegang janji. Ia lalu meminta anak-anak itu melakukan perbaikan. Mereka memutuskan potong kayu yang harus dipotong ayahnya di halaman belakang. Anak-anak jadi senang dan antusias tentang proyek itu dan sesudah itu,berpegang pada janji untuk nginap lagi.
7. Tarik Diri Dari Konflik
Anak membantah orangtua dapat memicu orangtua memukul anak. Dalam situasi ini, akan paling baik jika kita segera menarik diri dari situasi ini. Jangan keluar dari kamar dalam keadaan marah.
8. Beritahu Anak Terlebih Dulu
Anak mengamuk dan menangis keras (temper tantrum) dapat dengan mudah membuat orangtua marah. Anak sering mengamuk jika mereka merasa tidak diberitahu atau tidak berdaya dalam sebuah situasi.
Agresi adalah bentuk kekerasan yang terus menerus ada dalam masyarakat. Bentuk yang lebih dari ini adalah memukul karena merusak self-esteem anak, melemahkan antusiasme dan menyebabkan anak memberontak dan tidak kooperatif. Pikirkan sesaat visi keluarga yang tahu cara memenangkan anak-anak kita secara kreatif tanpa menggunakan kekuatan atau kekerasan.

Source : Parenting Children’s Behavior Oleh Kathryn Kvols

Total Pengunjung