Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger


Fast Track Solusindo

Fast Track Solusindo
Rent Car

Jumat, 13 Agustus 2010

Kematangan Seorang Pemimpin

Seorang pemimpin diciptakan, bukan dilahirkan (Vince Lombardi, John C. Maxwell), maka bukan hanya emosi yang di”matang” kan , tetapi juga cara pemimpin bersikap, tingkat intelektualnya, level “passion”nya dan kematangan spiritualnya. Ke lima (5) kompetensi ini perlu dimatangkan oleh seorang “mature” leader (pemimpin matang) agar ia mampu mencerahkan pengikutnya.

Emotionally mature (soul). Barack Obama, 47 tahun, bagi kita adalah contoh elegan dari pemimpin yang matang secara emosi, meski ia muda belia. Ia tidak pernah nampak emosional dalam keseluruhan kampanyenya. Ia memiliki 3 kualitas kematangan emosi yang tinggi, yaitu: tetap tenang, selalu arif dan nampak stabil meski hujatan dan serangan kubu McCain menghujaninya secara dahsyat terhadap dirinya & tim suksesnya. Pada akhirnya, ia bisa keluar sebagai pemenang dari pergulatan debat panjang pemilihan presiden Amerika. Hanya pemimpin yang matang emosinya yang bisa memenangkan “permusuhan” tajam yang melukai hati dan batin. Sebaliknya, pemimpin yang kurang matang (gelap mata), akan terjungkal dalam sikap emosional yang membuatnya tergesa-gesa mengambil keputusan, lalu membuat kesalahan dan kalah. Jika ia kalah, mencaci lawannya. Jika menang, ia berpesta-pora tak terkendali. Matang secara emosi berasal dari matang secara jiwa, tanda-tandanya a.l. adalah berjiwa besar, berhubungan dengan siapa saja secara baik, beretika tinggi. Obama juga dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pemimpin yang matang (change-value leader) seperti: rendah hati (“humble”), integritas dan passion.

Bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi pemimpin? “Sejak kecil perlu ditanamkan kesadaran berjiwa besar. Jika sudah kalah, segeralah mengaku kalah, itu terhormat, tidak memalukan atau mencemarkan nama baik. Tindakan itu justru menunjukkan kebesaran jiwa, kedewasaan, dan sikap ksatria (Kompas, “Belajar Mengaku Kalah” oleh Salahuddin Wahid, 15 Nov 2008). Banyak pemimpin kita, kalah di bidang ini. McCain adalah contoh “loser” yang berjiwa besar. Ia mendoakan Obama dan ikhlas dipimpin Obama sebagai presidennya.

Semoga kita menjadi seorang pemimpin yang matang intelektualnya, matang sikap dan emosionalnya serta matang keimanannya.

Moch. Salamun Hendrawan
Let's Dance
Marilah Menari Ikuti Irama Kehidupan

Rabu, 11 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan 1431 H

Ya Allah……
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindalah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan,,,,,,,,
Mohon maaf lahir dan bathin…..

Hidup ini hanya sebentar..

Hidup ini hanya sebentar..

bentar marah,bentar ketawa

bentar berduit,bentar boke

bentar senang,bentar susah

ooo ye…bentar lagi bulan puasa

met ramadhan.. mohon maaf lahir bathin..

marhaban ya ramadhan.,

jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung.,

jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman.,

marhaban ya ramadhan.,

selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin…

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.



Selasa, 27 Juli 2010

10 Kelemahan / Kesalahan Manusia

Dalam hidup ini kita seringkali membuat berbagai kesalahan. Apa saja
kesalahan-kesalahan yang sering dibuat tapi berakibat fatal.

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan
orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau
ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet?
Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu
mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir
menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja
deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan.
Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau "mbak tuh yang
salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita
manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya
sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda
dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang
tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia
punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa
deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak,
saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah
besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper
guilty feeling".
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani
bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini
pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya
kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan
kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena
mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas.
Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat
target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya
kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa
saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci
lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada
kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari
lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping
(sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar,
kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
"Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu
paling kencang".
"Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk
fun aja sih".
Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma
terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus
kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya
kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh
tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi
karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap
polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau
lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas
tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena
tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang,
kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain
bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan,
melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang
leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu
tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu
jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu
melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai
kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan
kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya
Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya,
runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa
take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak
dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada
komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja
nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali
dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat
yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di
tempat yang salah repot sekali.


9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita
selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita,
minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi
kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik
lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa
lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang
negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke
depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu
maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada
kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh,
pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori
negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita
kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak
kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon
pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan
kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang
lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang
kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh.
Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar
untuk siapa saja yang ingin maju.

Selasa, 20 Juli 2010

10 Filosofi Hidup Orang Jawa

1. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)
2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)
4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).
9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).
10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

Senin, 12 Juli 2010

MENJADI PEMIMPIN YANG DIIKUTI SEMUA ORANG

Salah satu sifat penting pemimpin hebat untuk masa depan adalah kemampuannya untuk bekerjasama dengan orang, menunjukkan belas kasih dan membuat orang lain merasa senang dengan diri mereka. Sifat-sifat berikut akan mendukung anda menjadi pemimpin yang akan diikuti orang lain.
1. Tanya pada setiap pegawai apa yang paling mereka hargai, dan mulai tetapkan tujuan perusahaan untuk mendukung aspek penting dari pegawai anda.
2. Bantu orang-orang untuk mencapai potensi penuh mereka dengan memergoki apa yang mereka lakukan secara baik.
3. Edarkan newsletter bulanan perusahaan, dengan tujuan utama menghargai dan mengucapkan selamat kepada pegawai. Orang-orang ingin prestasinya dihargai. Dan ini akan menanamkan rasa bangga ke dalam hati pegawai kita.
4. Adakan 1 hari menyenangkan setiap bulan. Ajak pegawai makan siang,nonton matinee, atau buat pesta di luar kantor. Libur 1 hari ini merejuvenasi pegawai dan membangun kesetiaan kepada organisasi.
5. Buat konsensus dengan mengizinkan pegawai memilih perubahan-perubahan di dalam perusahaan. Pekerjaan kita akan jauh lebih mudah jika kita punya pendukung di garis depan.
6. Atasi konflik secara langsung dan jujur. Akui peran kita dalam konflik dan langsung selesaikan secepat mungkin. Jika kita salah,katakan. Ikuti dengan penjelasan dan permintaan maaf.
7. Eliminasi gosip perusahaan dari hidup kita. Buat semua pegawai menyimpan rahasia. Jika perlu dukungan untuk gosip perusahaan,sewa coach yang punya reputasi bisa dipercaya.
8. Percaya pada pegawai untuk membuat keputusan-keputusan cerdik tanpa ikut campur tangan. self esteem dibangun dengan memberi peluang kepada orang lain untuk mencoba hal-hal baru dan sukses dengan menambahkan sentuhan pribadinya pada sebuah proyek atau tugas.
9. Berikan pekerjaan yang bermakna, yang membuat pegawai kita punya peluang untuk ekspansi dan tumbuh,dan diatas segalanya berikan pelatihan yang diperlukan untuk implementasi perubahan.
10. Gembirakan perusahaan dengan mengumumkan sukses harian dari hari sebelumnya. Lonjakan energi di pagi hari akan meningkatkan produktivitas di hari itu.

Total Pengunjung