Akhir-akhir ini tema Penipuan berkedok hipnosis atau sering disebut kejahatan hipnotis mulai marak kembali terjadi. Terlebih telah kita ketahui bersama sebentar lagi liburan lebaran dan Mudik segera tiba. Beberapa tv swasta pun mulai mendiskusikannya. Bahkan sampai mengundang tokoh-tokoh Hypnosis-Hypnotherapy Indonesia untuk menjelaskan bagaimana proses menghadapinya.
Fast Track Solusindo
Rent Car
Jumat, 27 Agustus 2010
Rabu, 25 Agustus 2010
SEVEN HURDLES TO YOUR SUPER SUCCESS
Berlari melampaui rintangan, sudah dapat memperlambat laju seseorang. Tetapi, tidak sedikit orang yang berlari sambil membawa rintangan-nya sendiri. Tidak jarang kita membayangkan sebuah kehidupan yang lebih baik jika kita bisa menghilangkan semua hambatan yang mengganggu pencapaian keberhasilan karir, bisnis, dan pencapaian kualitas hidup yang prima. Lalu, dalam angan kita, setelah semua hambatan itu tersingkirkan, kita bisa memulai lembaran hidup yang baru; tanpa menyadari kenyataan bahwa dalam semua lembaran kehidupan karir, bisnis, atau kehidupan pribadi – kita tidak akan bisa lepas dari masalah atau hambatan.Dan dengan begitu sebetulnya hambatan dan pelampauannya-lah yang menjadi kehidupan kita.Tidak ada hidup yang bersih dari hambatan. Keberhasilan kita mengatasi hambatan itu-lah yang membuat kita disebut berhasil.
Rabu, 18 Agustus 2010
Tentang MMPI
Adalah Starke Hathaway seorang psikolog dan McKinley psikiater yang pertama kali berupaya mengembangkan inventori dengan perspektif berbeda mengenai asesmen kepribadian menggunakan metode empiris untuk mengembangkan pengukuran permasalahan klinis secara objektif. Pada tahun 1940-1943 MMPI disusun menggunakan sampel yang meluas baik jumlah item dan pengetesan kepada sejumlah orang normal. Jawaban dari pertanyaan tes MMPI sangat mudah dengan pilihan YA, TIDAK atau TIDAK TAHU. Dari 1000 item yang disajikan dengan menggunakan criterion keying test construction, secara empiris item valid dipilih untuk menyusun konstruk MMPI.
Jumat, 13 Agustus 2010
Dunia Jiwa: Kematangan Seorang Pemimpin
Dunia Jiwa: Kematangan Seorang Pemimpin: "Seorang pemimpin diciptakan, bukan dilahirkan (Vince Lombardi, John C. Maxwell), maka bukan hanya emosi yang di”matang” kan , tetapi juga..."
Kematangan Seorang Pemimpin
Seorang pemimpin diciptakan, bukan dilahirkan (Vince Lombardi, John C. Maxwell), maka bukan hanya emosi yang di”matang” kan , tetapi juga cara pemimpin bersikap, tingkat intelektualnya, level “passion”nya dan kematangan spiritualnya. Ke lima (5) kompetensi ini perlu dimatangkan oleh seorang “mature” leader (pemimpin matang) agar ia mampu mencerahkan pengikutnya.
Emotionally mature (soul). Barack Obama, 47 tahun, bagi kita adalah contoh elegan dari pemimpin yang matang secara emosi, meski ia muda belia. Ia tidak pernah nampak emosional dalam keseluruhan kampanyenya. Ia memiliki 3 kualitas kematangan emosi yang tinggi, yaitu: tetap tenang, selalu arif dan nampak stabil meski hujatan dan serangan kubu McCain menghujaninya secara dahsyat terhadap dirinya & tim suksesnya. Pada akhirnya, ia bisa keluar sebagai pemenang dari pergulatan debat panjang pemilihan presiden Amerika. Hanya pemimpin yang matang emosinya yang bisa memenangkan “permusuhan” tajam yang melukai hati dan batin. Sebaliknya, pemimpin yang kurang matang (gelap mata), akan terjungkal dalam sikap emosional yang membuatnya tergesa-gesa mengambil keputusan, lalu membuat kesalahan dan kalah. Jika ia kalah, mencaci lawannya. Jika menang, ia berpesta-pora tak terkendali. Matang secara emosi berasal dari matang secara jiwa, tanda-tandanya a.l. adalah berjiwa besar, berhubungan dengan siapa saja secara baik, beretika tinggi. Obama juga dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pemimpin yang matang (change-value leader) seperti: rendah hati (“humble”), integritas dan passion.
Bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi pemimpin? “Sejak kecil perlu ditanamkan kesadaran berjiwa besar. Jika sudah kalah, segeralah mengaku kalah, itu terhormat, tidak memalukan atau mencemarkan nama baik. Tindakan itu justru menunjukkan kebesaran jiwa, kedewasaan, dan sikap ksatria (Kompas, “Belajar Mengaku Kalah” oleh Salahuddin Wahid, 15 Nov 2008). Banyak pemimpin kita, kalah di bidang ini. McCain adalah contoh “loser” yang berjiwa besar. Ia mendoakan Obama dan ikhlas dipimpin Obama sebagai presidennya.
Semoga kita menjadi seorang pemimpin yang matang intelektualnya, matang sikap dan emosionalnya serta matang keimanannya.
Moch. Salamun Hendrawan
Let's Dance
Marilah Menari Ikuti Irama Kehidupan
Emotionally mature (soul). Barack Obama, 47 tahun, bagi kita adalah contoh elegan dari pemimpin yang matang secara emosi, meski ia muda belia. Ia tidak pernah nampak emosional dalam keseluruhan kampanyenya. Ia memiliki 3 kualitas kematangan emosi yang tinggi, yaitu: tetap tenang, selalu arif dan nampak stabil meski hujatan dan serangan kubu McCain menghujaninya secara dahsyat terhadap dirinya & tim suksesnya. Pada akhirnya, ia bisa keluar sebagai pemenang dari pergulatan debat panjang pemilihan presiden Amerika. Hanya pemimpin yang matang emosinya yang bisa memenangkan “permusuhan” tajam yang melukai hati dan batin. Sebaliknya, pemimpin yang kurang matang (gelap mata), akan terjungkal dalam sikap emosional yang membuatnya tergesa-gesa mengambil keputusan, lalu membuat kesalahan dan kalah. Jika ia kalah, mencaci lawannya. Jika menang, ia berpesta-pora tak terkendali. Matang secara emosi berasal dari matang secara jiwa, tanda-tandanya a.l. adalah berjiwa besar, berhubungan dengan siapa saja secara baik, beretika tinggi. Obama juga dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pemimpin yang matang (change-value leader) seperti: rendah hati (“humble”), integritas dan passion.
Bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi pemimpin? “Sejak kecil perlu ditanamkan kesadaran berjiwa besar. Jika sudah kalah, segeralah mengaku kalah, itu terhormat, tidak memalukan atau mencemarkan nama baik. Tindakan itu justru menunjukkan kebesaran jiwa, kedewasaan, dan sikap ksatria (Kompas, “Belajar Mengaku Kalah” oleh Salahuddin Wahid, 15 Nov 2008). Banyak pemimpin kita, kalah di bidang ini. McCain adalah contoh “loser” yang berjiwa besar. Ia mendoakan Obama dan ikhlas dipimpin Obama sebagai presidennya.
Semoga kita menjadi seorang pemimpin yang matang intelektualnya, matang sikap dan emosionalnya serta matang keimanannya.
Moch. Salamun Hendrawan
Let's Dance
Marilah Menari Ikuti Irama Kehidupan
Langganan:
Postingan (Atom)